PERANCANGAN RESORT DI PULAU SALANDO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULER
PERANCANGAN RESORT DI PULAU SALANDO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULER
Keywords:
Vernacular Architecture, Beach Resort, Salando Island, Marine TourismAbstract
Abstract— Salando Island is an uninhabited island located in Toli-Toli Regency, Central Sulawesi. This island boasts natural resources, including tropical beaches with beautiful ocean views. Developing tourism facilities in this area can attract tourists. This study aims to implement the concept of vernacular architecture in the design of a beachside resort area on Salando Island, as an effort to create a tourism area with character, context, and sustainability.
The research method used is a qualitative descriptive approach, using literature studies and site analysis. The concept of vernacular architecture is implemented through the adaptation of the stilt houses of the Bugis and Bajo tribes, the use of local and renewable materials, adaptation to the tropical coastal climate, and the arrangement of building massing that integrates with the natural environment.
The results show that the implementation of the vernacular architecture can create a resort design that has local identity, improves building thermal comfort, and sustainably preserves the coastal environment. Furthermore, the application of local cultural elements to the resort design can become a tourist attraction that strengthens the image of the Salando Island tourist area.
Keywords: Vernacular Architecture, Beach Resort, Salando Island, Marine Tourism
Abstrak— Pulau Salando merupakan pulau tak berpenghuni yang terletak di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Pulau ini memiliki potensi alam berupa pantai tropis dengan panorama laut yang indah. Pengembangan fasilitas wisata di kawasan tersebut dapat menjadi daya tarik wisatawan yang akan berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep arsitektur vernakular pada perancangan kawasan resort tepi pantai di Pulau Salando sebagai upaya menciptakan kawasan wisata yang berkarakter, kontekstual, dan berkelanjutan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, dan analisis tapak. Konsep arsitektur vernakular diterapkan melalui adaptasi bentuk rumah panggung suku Bugis dan Bajo, penggunaan material lokal dan terbarukan, penyesuaian terhadap iklim tropis pesisir, serta pengolahan tata massa bangunan yang menyatu dengan lingkungan alam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep arsitektur vernakular mampu menciptakan desain resort yang memiliki identitas lokal, meningkatkan kenyamanan termal bangunan, serta menjaga kelestarian lingkungan kawasan Pantai secara berkelanjutan. Selain itu, penerapan elemen budaya lokal pada desain resort dapat menjadi daya tarik wisata yang memperkuat citra kawasan wisata Pulau Salando.
Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Resort Pantai, Pulau Salando, Pariwisata Bahari
Downloads





